Wasiat Rasulullah SAW Kepada Sahabatnya Tentang Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi atau waktu Dhuha yakni ketika matahari sedang naik setinggi tombak atau naiksepenggalah, yang kira-kira antara jam tujuh,delapan, sembilan, sampai waktu masuk waktu sholat dzuhur.

Sholat Dhuha ini sedikitnya di kerjakan dua raka’at dan sebanyak-banyaknya dua belas raka’at dengan setiap dua raka’at satu salam, dan cara mengerjakannya sama seperti mengerjakan sholat sunnat dua raka’at, baik gerakan maupun bacaannya, yang di mulai dari takbiratul ihram dan di akhiri dengan salam, hanya saja niatnya berbeda.

Shalat Dhuha hukumnya sunnah Muakad ( sangat Di anjurkan). Sebab, Rasulullah senantiasa mengerjakannya dan membimbing sahabat-sahabatnya untuk mengerjakan dan sekaligus berpesan untuk selalu mengerjakannya dengan menjadikannya sebagai wasiat. Wasiat yang diberikan untuk satu orang oleh beliau, berarti juga wasiat untuk seluruh Umat

Dari Abu Hurairah RA ia berkata : “Kekasihku Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal: yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at sholat dhuha, dan sholat witir sebelum Tidur

Juga Hadits yang bersumber dari Abu Darda RA

Dari abu Darda ia Berkata : “ Kekasihku Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku Tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan selama Hidupku; Yaitu Puasa tiga Hari setiap bulan, Sholat Dhuha, Aku Tidak akan Tidur Sebelut Shalat Witir.” ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Hadits-hadits di Shahih di Atas adalah Hujjah yang tidak perlu diragukan lagi akan disyariatkannya shalat dhuha, dan merupakan suatu sunnah yang sangat dianjurkan. Karena jika Rasulullah Mewasiatkan Sesuatu kepada seseorang hakekatnya Beliau Mewasiatkannya Kepada seluruh Umatnya dan Tidak terbatas kepada seorang Saja.

Sungguh Luar Biasa Keistimewaan Sholat Dhuha hingga Rasulullah SAW mewasiatkan untuk kebaikan umatnya, semoga kajian di atas bisa menjadi renungan dan bisa bermanfaat.

Tinggalkan komentar