Sholawat Munjiyat

Sholawat Munjiyat beserta Fadhilah dan Terjemahannya

Sholawat Munjiyat – Shalawat munjiyatatau biasa disebut sholawat tunjina adalah salah satu dari sekian banyak jenis shalawat yang bisa kita baca dan amalkan. Secara umum bersholawat kepada Rasulullah adalah sebuah amalan yang mendatangkan pahala dan manfaatnya jelas tak terhingga.

Diberi nama munjiyat yang berarti menyelamatkan. Besar harapan yang mengamalkannya akan terhindar dari segala macam musibah dan keburukan. Sholawat munjiyat ini dibuat oleh seorang ulama sufi dari tariqat Asy-Syadzili yaitu Syaikh Shalih Musa Al-Dharir.

Dikisahkan bahwa Syekh Sholeh Musa Al-Dhorir sedang berada di atas sebuah kapal bersama penumpang lainnya, lalu datanglah sebuah angin besar yang yang hampr membuat kapal tersebut karam. Disaat kondisi tersebut, Syekh Sholeh Musa Al-Dhorir tertidur dan beliau bermimpi Rasulullah SAW. Dalam mimpinya nabi mengajarkan sebuah sholawat (munjiyat) untuk dibaca sebanyak seribu kali bersama seluruh penumpang lainnya. Setelah terbangun semuanya pun membaca sholawat munjiyat tersebut, namun barusampai bacaan ke tiga ratus kali, angin kencang pun menghilang dan mereka semua selamat dari bahaya karam.

Adapun khasiat dan manfaatnyaakan dibahas pada akhir artikel ini, untuk itu langsung saja berikut ini teks bacaan sholawat munjiyat dalam versi lafadz arab dan tulisan latin lengkap dengan terjemahan bahasa indonesianya.

Sholawat Munjiyat
Bacaan Sholawat Munjiyat

Sholawat Munjiyat

Lafadz Arab

الَّلهـُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِـناَ مُحَمَّـدٍ صَلَتً تُنْـجِـنَا بِهَا مِنْ جَـمِيـْعِ اَلْاَ هـوَالِ وَاَلْاَ فاَتِ ,وَتـَقْضِى لَنَا بِـهـَا جَـمِيْعَ الْحَا جَاتِ ، وَتُـطَـهِـرُنَا بِهاَ مِنْ جَمِيعِ السَّـيِئاَ تِ وَتَرْ فَعُناَ بِهاَ اَعْلىَ الدَّ رَجاَتِ ، وَتُبَـلِّـغُـنَا بِهاَ اَقْصَ الْغاَ ياَتِ، مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِفِى الْحَياَتِ وَبَعْدَ الْمَماَتِ اِنَّكَ عَلىَ كُلِّ شَيئٍ قَـدِ يْرٌ

Teks Latin

Allohumma sholli ‘ala syaiyidina muhammad sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat wataqdilana biha jami’il hajat watutohhiruna biha min jami’is syayyiat watarfa’una biha a’lad darojat watuballi ghuna biha aqshol ghoyat min jami’il khoiroti fil hayati waba’dal mamat. Birohmatika ya Arhamar Rahimin.

Artinya : Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati.

Adapun mengenai fadhilah dan keutamaan membaca sholawat munjiyat ini sangatlah besar. Diantaranya adalah menghapus kesusahan, dimudahkan semua urusan terutama pekerjaan, melancarkan rezeki, membuka pintu kebaikan, menghindarkan kita dari musibah dan masih banyak lagi. berikut ini fadhilah sholawat munjiyat selengkapnya :

  • Untuk meraih segala macam cita-cita.
  • Menghilangkan segala macam kesusahan dan kesulitan hidup.
  • Membuat hati menjadi tenang dan jiwa menjadi tenteram.
  • Terkabulnya Hajat.
  • Membuat doa kita dikabulkan.
  • Mendekatkan Jodoh.
  • Menjadikan anak kita sholeh dan sholehah.
  • Membuat hati menjadi bersih dan terang.
  • Membuat pikiran menjadi cerdas dan pandai.
  • Mempercepat memiliki keturunan.
  • Dimudahkan mendapat kekayaan.
  • Menolak segala macam bencana
  • Menghilangkan segala macam penyakit baik lahir maupun batin.

Terlepas dari fadhilah diatas, tujuan utama bersholawat kepada Nabi adalah agar kita dicintai dan mendapat ridho dari ALLAH SWT dan Rasulnya. Jika ALLAH SWT dan rasulnya ridho kepada kita, maka tidak ada yang perlu kita khawatirkan lagi.

Dan selesai sudah artikel tentang sholawat munjiyat beserta fadhilah dan terjemahannya kali ini. semoga bermanfaat dan kita istiqomah dalam bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam.

Tinggalkan komentar