Rukun Nikah dalam Islam Lengkap Beserta Penjelasan dan Syaratnya

Rukun Nikah dalam Islam Lengkap Beserta Penjelasan dan Syaratnya

Kali ini akan dibahas rukun rukun nikah dalam islam lengkap beserta penjelasan dan syaratnya. Hal ini sangatlah penting karena sebuah pernikahan tidak akan sah jika tidak mengerjakan semua rukun rukun menikah secara benar. Jika satu saja rukunnya tidak dilakukan, maka nikahnya batal dan tidak syah secara syariat agama islam. Ini sangat berbahaya jika tidak diketahui oleh pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan.

Tata cara menikah secara umum sendiri haruslah memperhatikan banyak hal diantaranya adalah sunnah nikah, syarat nikah dan yang dibahas kali ini yaitu rukun rukun nikah dimana wajib hukumnya untuk dipenuhi agar sah perkawinannya. Jika semuanya dijalankan berpedoman pada ajaran islam, maka insyaallah tujuan menikah akan tercapai yaitu membangun rumah tangga dan keluarga bahagia sakinah mawadah dan warohmah.

Rukun Nikah dalam Islam Lengkap Beserta Penjelasan dan Syaratnya

Nikah sendiri menurut lughat (bahasa) adalah kumpul. Sedangkan menurut Syara’ adalah: Aqad yang menyimpan diperbolehkannya wath’i (berhubungan suami istri) dan aqad tersebut bisa hasil dengan menggunakan lafal yang diambil dari masdar inkaah atau tazwiij. Nikah, menurut pendapat yang shahih, ditinjau dari segi hakikat mempunyai ma’na aqad (aqad nikah) dan jika ditinjau dari segi majaz berma’na wath’i (berhubungan suami istri). Menikah juga adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Maka, barang siapa benci dengan sunnahku, lalu ia mati sebelum menikah, maka malaikat akan memalingkan wajahnya dari telagaku besok di hari kiamat.”

Rukun Nikah dan Penjelasannya

Jadi, jangan sepelekan masalah mengenai bagaimana cara menikah yang benar sesuai syarat islam, karena jika tidak sesuai syariat, maka pernikahan tidak sah. Maka hubungan yang seharusnya halal dan dianggap ibadah akan menjadi haram dan berdosa tanpa kita sadari. Rukun nikah sendiri tidaklah susah dipenuhi, hanya saja harus diperhatikan syaratnya agar tidak salah.

Dan langsung saja untuk lebih jelasnya berikut ini daftar 5 rukun nikah dan syaratnya lengkap beserta penjelasan dan dalilnya.

Calon Pengantin Laki Laki (Suami)

Rukun nikah yang pertama adalah adanya sorang pria yang kelak menjadi suami. Meski begitu calon pengantin laki laki haruslah memperhatikan beberapa hal agar nikahnya sah. Berikut diantara syarat syarat bagi calon suami / laki-laki:

  • Islam
  • Menikahi seorang wanita tanpa paksaan.
  • Suami tersebut adalah laki-laki tulen.
  • Calon suami tidak sedang melakukan ihrom baik dengan haji atau umroh.
  • Suami yang diketahui identitas dirinya dengan jelas
  • Calon suami harus mengetahui calon istrinya baik, dengan mengetahui nama calon istrinya atau melihatnya langsung atau dengan cara ditunjuk.
  • Calon istri bukan termasuk mahromnya suami baik nasab, susuan atau periparan (musaharah).
  • Calon suami harus mengetahui bahwa calon istrinya halal baginya (bukan masih istri orang lain atau iddah atau mahrom).

Tentang seorang yang sedang ihram, di dalam hadits Nabi Muhammad SAW disampaikan sebagai berikut :

“Seorang yang sedang berihram tidak boleh menikahkan, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh mengkhitbah.” (HR. Muslim)

Calon Pengantin Perempuan (Istri)

Rukun nikah selanjutnya adalah adanya calon penantin perempuan yang kelak akan menjadi istri. Sama dengan pengantin laki-laki, ada juga beberapa hal yang mesti diperhatikan. Berikut ini beberapa syarat syarat yang harus diperhatikan :

  • Islam
  • Perempuan tulen
  • Halal untuk calon suami atau tak sedang bersuami
  • Tidak dipaksa
  • Bukan mahram dengan calon suami
  • Tak sedang menjalani masa iddah
  • Tak sedang haji, umroh atau ihram

Wali Nikah

Selanjutnya adalah diharuskan adanya wali sebagai salah satu rukun pernikahan. Wali dalam pernikahan merupakan hal yang juga sangat penting. Hal ini bisa kita lihat dalam hadits Rasululullah SAW berikut ini tentang wali pernikahan.

“Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali.” (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i).

Berikut ini beberapa syarat dan hal hal yang harus diperhatikan  bagi seroang wali :

  • Islam, bukan kafir dan murtad
  • Lelaki dan bukannya perempuan
  • Baligh
  • Dengan kerelaan sendiri dan bukan paksaan
  • Bukan dalam ihram haji atau umrah
  • Tidak fasik
  • Tidak cacat akal fikiran,gila, terlalu tua dan sebagainya
  • Merdeka
  • Tidak ditahan kuasanya daripada membelanjakan hartanya

Wali nikah sendiri dibagi dua :

Wali nikah khusus yaitu semua laki-laki kerabatnya yang berhak menjadi wali dan Wali nikah umum yaitu wali hakim atau petugas KUA.

Orang Orang yang berhak menjadi wali nikah yaitu :

1) Ayah kandung

2) Kakek, atau bapaknya kakek dan seterusnya

3) Saudara laki-laki kandung

4) Saudara laki-laki seayah, adapun saudara laki-laki seibu tidak berhak.

5) Anak saudara laki-laki kandung (keponakan)

6) Anak saudara laki-laki seayah dan seterusnya, adapun saudara laki-laki seibu tidak berhak

7) Paman atau saudara laki-laki ayah kandung

8)Paman atau saudara laki-laki ayah seayah adapun paman saudara laki-laki seibu tidak berhak

9) Anak paman saudara laki-laki ayah kandung (sepupu)

10) Anak paman saudara laki-laki ayah seayah dan seterusnya.

11) Paman ayah

12) Anak paman ayah (sepupu ayah)

13) Paman kakek kemudian anaknya

14) Paman ayah kakek kemudian anaknya

Saksi Dua Orang Laki Laki

Rukun nikah selanjutnya adalah harus ada saksi. Dalam pernikahan, adanya saksi ini juga merupakan sebuah keharusan ketika berlangsungnya pernikahan. Sebagaimana dalam hadits disampaikan bahwa :

“Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil.” (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i)

  • Laki – laki
  • Baligh ( dewasa )
  • Jumlahnya sekurang- kurangnya adalah 2 orang
  • Hadir langsung dalam acara akad nikah
  • Memahami tentang akad nikah
  • Dapat mendengar , melihat dan dapat berucap ( tidak buta , tuli dan bisu )
  • Adil (Tidak melakukan dosa-dosa besar dan tidak berterusan melakukan dosa-dosa kecil)

Disunnahkan yang menjadi saksi dalam pernikahan yaitu orang sholeh yang taat dalam agama dan taat dalam beribadah. Diusahakan juga supaya yang menjadi saksi sudah melakukan ibadah haji.

Ijab dan Qabul (Akad Nikah)

Rukun menikah yang terakhir adalah adanya proses ijab qabul atau akad nikah. Aqad ijab qobul merupakan rukun yang paling utama dan yang menentukan. Adapun aqad ijab diucapkan si wali nikah dan qobul di ucapkan calon suami. Adapun syarat-syaratnya:

  • Adanya ijab ( Penyerahan dari wali )
  • Adanya qabul ( kalimat penerimaan dari suami )
  • Ijab dan qabulnya jelas
  • Aqad ijab qabul tersebut harus dengan kalimat Nikah atau tazwij atau terjemahannya yaitu nikah atau kawin saja maka tidak sah dengan memakai kalimat yang lain.
  • Antara ijab dan qobul tidak diselingi oleh kata-kata yang tidak ada hubungannya dengan nikah
  • Antara ijab dan qabul tidak diselingi dengan diam yang sangat lama.
  • Antara ijab dan qobul sesuai dengan arti dan maksudnya
  • Aqad ijab qabul harus dilafadzkan sekiranya terdengar oleh orang-orang yang berada disekitarnya (tidak dengan cara berbisik-bisik).

Adapun cara wali menikahkan putrinya dengan lafadz (ucapan) sebagai berikut :

Alhamdulillah wassolatu wassalamu ala rosulillah sayidina muhammad bin abdillah wa’ ala alihii wassohbihi ya fulan bin fulan uzawijuka ala ma amaro allah bihi minimsaki bima’ruf autasrihin bi ihsan. ya fulan bin fulan zawajtuka wa ankahtuka binti fulanah bimahril miiah alafin rubiyyah umlah indonesia khalan.

Jika menggunakan bahasa Indonsia kira kira sebagai berikut artinya :

Alhamdulillah sholat dan salam hanya untuk rosulillah Muhammad bin Abdillah dan untuk para keluarga dan sahabatnya. Wahai fulan bin fulan aku kawinkan kamu atas perintah ALLAH dari pada menahannya dengan baik atau melepasnya dengan baik pula, wahai fulan bin fulan aku kawinkan kamu dengan anakku fulanah dengan mahar 100 ribu rupiah uang indonesia dengan kontan.

Selanjutnya calon suami menjawab dengan jawaban sebagai berikut :

Qobiltu tazwijaha bilmahrih madzkur.

Jika dengan bahasa Indonesia artinya adalah sebagai berikut :

Aku terima kawinnya dengan mahar yang telah di tentukan.

Apabila wali nikah ingin mewakilkan pernikahan anaknya maka wali nikah harus mewakilkan pernikahan tersebut dengan berlafadz sehingga terdengar oleh 2 orang saksi dan dalam mewakilkan pernikahan, wali nikah harus mengucapkan, contohnya adalah :

Wakaltuka fi tajwijiha ibnati fulanah binti fulan li fulan bin fulan bimahril miiah alafin rubiyah.

Jika dengan bahasa Indonesia sebagai berikut :

Aku wakilkan kepada kamu pernikahan anakku fulanah binti fulan dengan fulan bin fulan dengan mahar 100 ribu rupiah. Kemudian yang mewakili mengucapkan qobiltu wakalah atau aku terima perwakilannya.

Demikianlah artikel tentang 5 rukun nikah dalam islam lengkap beserta penjelasannya. Semoga bisa menjadikan kita lebih paham dan mengerti mengenai ilmu fiqih pernikahan yang benar sesuai syariat agama islam. Wallahu a’lam.

Tinggalkan komentar