Niat Puasa Asyura dan Tasu’a 9-10 Muharram Arab, Latin dan Artinya

Niat Puasa Asyura dan Tasu’a 9-10 Muharram Arab, Latin dan Artinya

Pembahasan kali ini adalah tentang bacaan niat puasa asyura dan tasu’a 9-10 muharram lengkap bahasa arab, latin dan artinya. Lafadz niat puasa muharram ini haruslah anda ketahui ketika akan mengerjakan puasa sunnah asyura dan tasu’a. Juga sekaligus akan dijelaskan tentang manfaat dan keutamaan berpuasa di bulan muharram.

Puasa tasu’a adalah puasa yang dikerjakan tanggal 9 bulan muharram, sedangkan puasa asyuro adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 bulan muharrom. Hukum mengerjakannya adalah sunnah sehingga sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

niat puasa muharram

Bulan muharram sendiri adalah salah satu bulan yang mulia dan memiliki keistimewaan khusus. Bahkan bulan muharram disebut sebagai bulannya ALLAH SWT (Syahrullah). Muharram juga merupakan bulan pertama dalam kalender hijriyah sekaligus sebagai penanda masuknya awal tahun. Tak heran jika banyak amalan amalan yang disunnahkan untuk dikerjakan di bulan muharrom ini salah satunya adalah puasa asyura dan puasa tasu’a.

Secara umum tata cara pengerjaannya hampir sama dengan puasa-puasa wajib dan sunnah lainnya. Hanya saja lafadz niat puasa muharram jelaslah berbeda dan inilah yang perlu anda hafalkan. Jadi niat puasa asyura dan niat puasa tasu’a berbeda diantara keduanya.

Nah, untuk lebih jelasnya simak berikut ini teks bacaan niat puasa asyura dan tasu’a 9-10 muharram lengkap lafadz arab, tulisan latin dan terjemahan bahasa Indonesianya supaya diketahui arti dan isi kandungannya.

Niat Puasa Tasu’a 9 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma tasu’a sunnatal lillahita’ala

Artinya: Saya niat puasa hari tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala

Niat Puasa Asyura 10 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشُرَ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala

Artinya: Saya niat puasa hari asyura , sunnah karena Allah ta’ala.

Manfaat dan Kautamaan Puasa Muharram (Asyura dan Tasu’a)

Manfaat dan keutamaan puasa sunnah pada tanggal 9 dan 10 di bulan muharram sangatlah besar. Baik puasa tasu’ah maupun puasa asyura keduanya memiliki khasiat dan fadhilah yang tak terhitung besarnya. Selain pahala dari ALLAH SWT, dosa dosa kita yang telah lalu juga akan diampuni oleh ALLAH SWT. Simak dibawah ini kumpulan beberapa dalil hadits yang menjelaskan tentang anjuran puasa muharrom dan keutamannya :

Dari Abdullah bin Abbas RA berkata: “Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa ‘Asyura, maka para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.”Maka beliau bersabda, “Jika begitu, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’a), insya Allah.”Ternyata tahun berikutnya belum datang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam telah wafat.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Abbas RA berkata Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa di hari Asyura’ (10 Muharam), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat dan barangsiapa yang berpuasa di hari Asyura’ (10 Muharam) maka diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barangsiapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin di hari Asyura’, maka seolah-olah dia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.” Selain yang disebutkan hadits di atas, puasa di bulan Asyura memiliki manfaat lain, yaitu: menghapuskan kesalahan setahun yang lalu. Hal ini jelas tertulis di dalam hadits berikut ini: “Puasa ‘Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Abbas RA berkata: “Nabi SAW tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari ‘Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: “Ada apa ini?”Mereka menjawab, “Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.”Nabi SAW bersabda, “Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian.” Maka beliau berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa ‘Asura.”(HR. Bukhari).

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

عَنْ حَفْصَة َرَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ اَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَ عُهُنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عِلَيْهِ وَسَلَّمَ :صِيَامَ عَاشُوْرَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلَا ثَةَ اَيَامٍ مَنْ كُلِّ شَهْرٍ وَالْرَ كْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: Dari Hafsah ra, ia berkata: ada empat perkara yang tidak pernah di tinggalkan oleh Rasulullah saw yaitu: Puasa Asyura, puasa 10 hari sepertiga bulan yakni bulan dzulhijjah, puasa tiga hari dari setiap bulan dan sholat dua rakaat sebelum shubuh. ( H.R Ahmad dan Nasai)

عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَوْمَ يَوْمَ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبِلَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Artinya: Dari Abu Qatadah ra. bahwa rasulullah saw bersabda: “Puasa pada hari arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang. dan puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (H.R jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi)

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سُىِٔلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عِلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَيُّ الصَّلَاةِ اَفْضَلُ بَعْدَ الْمَكْتُوْبَةِ ؟ قَالَ الصَّلَاةِ فِى جَوْفِ الْلَيْلِ،قِيْلَ:ثُمَّ اَيُّ الصِّيَامِ. اَفْضَلُ بَعْدَ رَمَضَانَ؟ قَالَ شَهْرُاللهِ الَّذِى تَدْعُوْنَهُ الْمُحَرَّمَ

Artinya: Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Ditanyakan orang kepada Rasulullah saw: Sholat manakah yang lebih utama setelah sholat fardhu? Rasulullah menjawab: Yaitu sholat di tengah malam. Mereka bertanya lagi: Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa ramadhan? Rasulullah saw bersabda: Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharam. (H.R Ahmad, Muslim dan Abu Daud).

Demikianlah bacaan niat puasa asyura dan niat puasa tasu’a 9-10 muharram lengkap bahasa arab, latin dan artinya. Insyaallah lafadz niat puasa muharram diatas bermanfaat dan bisa diterapkan ketika kita menjalankan ibadah puasa sunnah di bulan muharrom. Semoga kita dijadikan hamba-hamba yang senantiasa menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Wallahu a’lam.

 

Tinggalkan komentar