Nasehat Imam Syafi’i yang Bijak dan Penuh Mutiara Hikmah

Nasehat Imam Syafi’i yang Bijak dan Penuh Mutiara Hikmah

Imam Syafi’i bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi (Arab: أبو عبد الله محمد بن إدريس الشافعيّ المطَّلِبيّ القرشيّ‎). Beliau meninggalkan banyak sekali pesan pesan dan wasiat berharga yang bisa dijadikan pedoman hidup. Nasehat Imam Syafi’i mencakup berbagai aspek kehidupan seperti ilmu, dunia, cinta, wanita dan lain sebagainya.

Seperti yang kita ketahui bahwa beliau Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah adalah seorang ulama dengan ketinggian ilmu yang tidak diragukan lagi. Semua perkataan dan ucapannya penuh dengan hikmah, kebaikan dan pencerahan. Dan seperti yang kita lihat sekarang umat islam di seluruh dunia bisa mengambil manfaat yang besar dari petuah dan nasihat bijaknya.

Dan untuk selengkapnya berikut ini daftar kata kata mutiara dan nasehat Imam Syafi’i lengkap yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Jadikan semua nasehat dibawah ini sebagai bahan renungan dan peringatan bagi kita dalam mengarungi kehidupan agar selamat dunia dan akhiratnya.

nasehat imam syafi'i

Nasehat Imam Syafi’i

“Mencari ilmu itu lebih utama dari pada salat sunah”

“Siapa saja yang menginginkan akhirat, maka hendaknya ia membekali diri dengan keikhlasan dalam mencari ilmu.”

“Orang yang paling zalim pada dirinya (sendiri) adalah orang yang rendah hati pada orang yang tidak menghormatinya, juga orang yang mencintai orang yang tidak memberikan manfaat apa-apa padanya, serta orang yang menerima pujian dari orang yang tidak dikenalinya.”

“Tidak ada sesuatu yang lebih indah disandang oleh seorang ulama melebihi kemiskinan dan sifat qanaah serta sikap rela memiliki dua hal itu.”

“Siapa saja yang ingin mendapatkan keputusan yang baik, maka hendaknya ia berbaik sangka pada orang lain.”

“Siapa saja yang mencari ilmu dengan bersenang-senag (tidak berkesusahan), maka ia tidak akan berhasil. Siapa saja yang mencari ilmu itu dengan kesusahan dan berkhidmat pada para ulama, maka ia akan sukses.”

Seseorang yang mencoba melakukan apa-apa yang dilarang Allah swt selain dosa syirik, masih lebih daripada dia berfikir dengan pandangan ilmu kalam.

Jika aku melihat seseorang yang ahli hadits, seakan-akan aku melihat seseorang dari sahabat Nabi saw. Mereka telah menjaga untuk kita keaslian sunnah Nabi Muhammad saw, maka mereka berhak mendapat pujian dari kita. Dan fiqih adalah tuannya ilmu, karena dengannnya hadits dapat dipahami.

Tujuan dari ilmu adalah mengamalkannya, maka ilmu yang hakiki adalah yang terefleksikan dalam kehidupannya, bukannya yang bertengger di kepala.

Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan.

Satu hal yang dapat menyia-nyiakan orang yang berilmu dan yang dapat menghilangkan posisinya sebagai seorang ‘alim adalah ketika ia tidak mempunyai kawan.

Jangan sekali-kali kamu tinggal di suatu Negara atau tempat yang yang disana tidak ada orang yang ahli dibidang fiqih sebagai tempat kamu untuk menanyakan masalah agama, dan juga tidak ada dokter yang dapat menjelaskan kondisi kesehatanmu.

Tidak ada satupun ilmu yang ingin aku pelajari setelah aku memahami tentang masalah halal dan haram, kecuali ilmu kedokteran, tapi mengapa kita jauh terbelakang disbanding dengan orang-orang nasrani?

Jika engkau melihat seseorang berjalan di atas air dan bisa terbang di udara, maka janganlah kehebatan itu menjadikan kalian lengah dan terheran-heran kepadanya sampai kamu mengetahui secara persis atas apa yang di kerjakannya itu berlandaskan pada Al-Qur’an dan as-sunnah.

Jika rasa ujub menghinggapi aktifitasmu, maka lihatlah keridhaan siapa yang kau harapkan, pahala mana yang kau suka, sanksi mana yang kau benci. Maka jika engkau memikirkan satu di antara kedua hal ini, niscaya akan hadir di depan matamu apa yang sudah kamu lakukan.

Tawadhu’ adalah perkara yang sangat diidam-idamkan. Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukannya sendiri. Akan tetapi tawadhu’ dihadapan orang yang tidak bisa menghargai orang lain merupakan bentuk kezhaliman terhadap diri sendiri.

Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk.

Kedermawanan dan kemuliaan adalah dua hal yang dapat menutupi aib.

Kesabaran adalah akhlak mulia, yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan.

Takabur ( sombong ) adalah akhlak tercela.

Menuntut ilmu membutuhkan tiga hal : memiliki keterampilan, umur ( waktu ) yang panjang dan mempunyai kecerdasan.

Sebaik-baik harta simpanan adalah taqwa, dan sejelek-jeleknya adalah sikap permusuhan.

Siasat manusia jauh lebih dahsyat dari siasat binatang.

Orang yang berakal adalah mereka yang dapat menjaga dirinya dari segala perbuatan tercela.

Seorang hamba yang terjatuh pada perbuatan dosa selain dosa syirik itu lebih baik daripada ia terkungkung oleh hawa nafsunya.

Barangsiapa yang dirinya terkalahkan oleh kuatnya syahwat dunia, maka ia akan senantiasa menjadi budak ahli dunia; dan barangsiapa yang qana’ah ( menerima karunianya dengan lapang dada ) maka akan hilang ketundukannya pada dunia.

Tiada kebahagiaan yang menyamai persahabatan dengan saudara yang satu keyakinan, dan tiada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.

Berapa banyak orang yang telah berbuat kebajikan kepadamu yang membuatmu terbelenggu dengannya, dan berapa banyak orang yang memperlakukanmu dengan kasar dan ia memberi kebebasan kepadamu.

Barangsiapa yang menghargai dirinya melebihi kapasitasnya, maka Allah swt akan mengembalikannya kepada nilai sesungguhnya dalam dirinya.

Barangsiapa berhias diri dengan kebatilan, maka Allah swt akan membuka penutup kejelekannya.

Hendaklah ada bersama ahli fiqih seorang yang bodoh, sehingga ia dapat memberi pelajaran kepadanya.

Yang menjadi pengganti Nabi Muhammad saw itu ada lima : Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq, Sayyidina Umar bin Khattab, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidina Umar bin Abdul Aziz.

Barangsiapa yang ditertawakan karena suatu masalah, maka ia tidak akan pernah melupakan masalah tersebut.

Tingkat tertinggi para Ulama adalah ketaqwaan, perhiasan mereka adalah akhlaq mulia dan pesona mereka adalah jiwa yang agung.

“Siapa saja yang ingin Allah membukakan cahaya hatinya, maka hendaknya ia berkhalwat, sedikit makan, tidak bergaul dengan orang-orang bodoh, serta benci orang-orang berilmu yang telah mengkomersilkan ilmunya.”

“Hanya orang-orang yang ikhlas yang mengetahui sifat pamer.”

“Politik manusia lebih keras dari pada politik hewan”

“Orang yang berakal adalah orang yang mengetahui semua hal yang tidak terpuji.”

“Kalau saja aku tahu air dingin itu dapat mengurangi muru’ah (wibawa)-ku, tentu aku tidak mau meminumnya.”

“Orang yang memiliki muru’ah pasti selalu bersungguh-sungguh dalam mengerjakan semua aktivitasnya.”

“Selama 40 tahun aku bergaul dengan teman-temanku yang telah menikah di mana aku selalu menanyakan pada mereka tentang kondisi pernikahan mereka, tapi selama kurun waktu itu aku tidak menemukan satu pun di antara mereka yang mengatakan, “Aku hanya mendapati kenikmatan”.”

“Tidaklah dikatakan temanmu, orang yang kau harus menjilatnya untuk menjadi temannya.”

“Di antara tanda orang yang benar dalam persahabatannya dengan temannya adalah ia mau menerima semua segala kekurangan temannya, menutupi aibnya, dan memanfaatkan kesalahannya.”

Bid’ah itu terbagi menjadi dua macam : segala sesuatu yang baru dan tidak sejalan dengan kitab, sunnah, atsar, ijma’ itu merupakan bid’ah dhalalah ( bid’ah yang sesat ). Sementara jika sesuatu yang baru itu tidak berseberangan dengan Al-Qur’an, hadits, atsar dan ijma’, maka sesuatu yang baru itu disebut bid’ah hasanah ( bid’ah yang baik ).

Jika kalian melihat kitab yang didalamnya ada catatan tambahan dan perbaikan, maka lihatlah kebenaran yang ada didalamnya.

Mereka yang menguasai bahasa arab adalah jin yang berupa manusia, mereka melihat apa yang tidak dilihat orang lain.

Sesungguhnya akal itu punya batas maximal, sebagaimana mata juga mempunyai batas pandang maximal.

Orang yang selalu menjaga dirinya akan senantiasa bersungguh-sungguh.

Pertolongan adalah zakatnya muru’ah.

Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, maka mulailah dari yang terpenting dan mendesak.

Barangsiapa menyimpan rahasianya, maka kebaikan ada di tangannya.

Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu; dan siapa menghendaki akherat, juga harus dengan ilmu.

“Belajarlah sebelum kamu menjadi seorang pemimpin. Karena pada saat kamu menjadi pemimpin, kamu akan sulit sekali untuk belajar.”

“Telitilah sedetail-detailnya berbagai permasalahan dalam suatu ilmu pengetahuan agar berbagai permasalahan yang rumit dalam ilmu itu tidak tersia-siakan.”

“Wibawa seorang ulama terletak pada kemurahan hatinya. Sedang hiasan suatu ilmu terelak pada kewaraan dan kesabaran.”

“Bukanlah dikatakan sebagai suatu pengetahuan sesuatu yang dihafalkan. Sedang yang disebut pengetahuan adalah sesutau yang bermanfaat.”

“Kemiskinan para ulama adalah atas pilihan sendiri, sedangkan kemiskinan orang yang bodoh adalah karena terpaksa.”

“Umumnya orang melalaikan ayat berikut, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya menetapi kesabaran”.”

“Siapa saja yang tidak merasa mulai dengan ketakwaan, maka ketahuilah bahwa ia sudah tidak memiliki kemualiaan lagi.”

“Aku sama sekali tidak terkejut denngan kemiskinan.”

“Siapa saja yang menyaksikan kelemahan terdapat pada dirinya, maka ketahuilah bahwa dia telah memperoleh keistiqomahan bersama Allah.”

“Siapa saja yang dikalahkan keinginannya yang kuat pada dunia, maka ia akan menjadi budak orang yang memiliki dunia itu.”

Cukuplah ilmu itu menjadi keutamaan bagi seseorang, ia bangga manakala disebut sebagai orang berilmu. Ia juga disebut bodoh manakala meninggalkan bagian dari pengetahuannya, dan jika kata bodoh itu ditujukan kepadanya, tentu ia akan marah.

Pekerjaan terberat itu ada tiga ; Sikap dermawan di saat dalam keadaan sempit; Menjauhi dosa di kala sendiri; Berkata benar di hadapan orang yang ditakuti.

Barangsiapa yang ingin menjadi seorang pemimpin, niscaya kedudukan yang didambakannya itu akan meninggalkannya, dan jika ia telah menduduki jabatan, maka ia akan ditinggalkan banyak ilmu.

Yang paling nampak pada diri manusia adalah kelemahannya, maka barangsiapa melihat kelemahan dirinya sendiri, ia akan menggapai keistiqamahan terhadap perintah Allah swt.

Dunia adalah tempat yang licin nan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunannya akan runtuh, penghuninya akan beralih ke kuburan, perpisahan dengannya adalah sesuatu keniscayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bermegah-megahan adalah suatu kerugian, maka memohonlah perlindungan Allah swt, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya. Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan Akhirat. Ketahuilah, sesungguhnya hidupmu di dunia akan sirna, dindingnya juga miring dan hancur, maka perbanyaklah perbuatan baik dan jangan terlalu banyak berangan-angan.

“Orang yang mempertontonkan kebatilan yang dilakukannya, maka sungguh ia telah membuka aibnya.”

“Menerima apa adanya (qana’ah) dapat menimbulkan rasa ketenangan hati.”

“Orang yang paling tinggi derajatnya adalah orang yang yang tidak merasa tinggi derajatnya. Sedang orang yang paling banyak keistimewaannya adalah orang yang tidak merasa memiliki keistimewaan.”

“Orang yang dapat menyembunyikan rahasianya, maka ia akan dapat menguasai semua urusannya.”

“Orang yang tidak tertawa saat melakukan kesalahan, maka kebenaran akan menamcam dalam hatinya.”

“Memperbanyak dunia itu menyulitkan diri. Sedang serba kesulitan dunia itu memudahkan.”

“Terlalu terbuka dalam pergaulan akan menarik teman-teman yang buruk. Terlalu membatasi diri dalam pergaulan juga akan dapat menarik permusuhan. Karenanya, hendaklah anda menjadi seorang yang seimbang antara terbuka dan membatasi diri.”

Imam Syafi berkata “Setiap kali aku memuliakan orang melebihi kapasitanya, maka kapasitasku akan berkurang sesuai kadar kelebihan aku memuliakannya.”

“Berkawan dengan orang yang tidak taku aib, maka akan menjadi hina pada Hari Kiamat kelak. Sedang orang yang bergaul dengan orang yang kikir, maka ia akan diasosiasikan sebagai orang yang kikir juga.”

“Orang yang mendengar dengan telinga telinganya, maka ia akan menjadi seorang pencerita. Sedang orang yang mendengarkan dengan hatinya, maka ia akan menjadi seorang yang punya pemahaman baik . Orang yang menasehati dengan perilakunya, maka ia dalah orang yang benar-benar menunjukkan ke jalan yang baik.”

“Di antara sesuatu yang hina adalah menghadiri suatu majelis ilmu dengan tanpa membawa buku, mandi tanpa handuk, melewati kolam tanpa membawa gayung, juga seorang laki-laki yang merendahkan dirinya di hadapan seorang wanita untuk mendapatkan harta wanita itu.”

“Tidak masalah seorang yang pandai ditemani oleh orang yang bodoh yang selalu mencaci makinya.”

“Siapapun yang melayani, maka ia akan dilayani.”

“Saya mengharapkan pada setiap muslim untuk memperbanyak sholawat pada Rasulullah.”

“Andai saja aku melihat seorang tukang bidah bisa berjalan di udara, aku tetap tidak mau menerimanya.”

“Sifat dermawan itu dapat menutupi aib-aib dunia dan akhirat selama itu belum tersentuh oleh kebidahan”

“Barang siapa ayang berambisi mengejar jabatan, maka jabatan itu akan lari darinya.”

“Menyebut umur bukanlah satu sikap yang tepat. Karena bila ternyata ia masih kecil, maka orang-orang akan meremehkannya. Sedang bila ternyata ia telah tua, maka orang-orang akan menganggapnya tua.”

“Orang yang mencuci bajunya, maka kesedihannya berkurang. Orang yang selalu wangi aromanya, maka akan bertambah akalnya.”

Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan. Melihat dan berpikir, keduanya akan menyingkap keteguhan hati dan kecerdasan. Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati. Maka, berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju ke depan.

Kebaikan itu ada di lima perkara : kekayaan hati, bersabar atas kejelekan orang lain, mengais rezeki yang halal, taqwa, dan yakin akan janji Allah swt.

Pilar kepemimpinan itu ada lima : perkataan yang benar, menyimpan rahasia, menepati janji, senantiasa memberi nasihat dan menunuaikan amanah.

Keluarga manapun yang wanita-wanitanya tidak pernah bertemu dengan laki-laki yang bukan anggota keluarga, dan laki-lakinya tidak pernah bertemu dengan wanita-wanita yang bukan dari keluarganya, niscaya akan ada dari anak-anak mereka yang bodoh.

Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.

Kesia-siaan seorang Alim adalah ketika dia tidak mempunyai kawan, dan kesia-siaan seorang yang bodoh adalah pikirannya yang dangkal. Dan yang lebih sia-sia dari keduanya adalah seorang yang punya kawan namun tak berakal.

Barangsiapa yang dipancing untuk marah, namun ia tidak marah, maka dia tak ubahnya keledai, dan barangsiapa yang diminta keridhaannya namun tidak ridha, maka dia adalah syetan.

Terimalah dariku tiga hal :

a. Jangan berbicara panjang lebar tentang sesuatu yang tidak baik perihal Sahabat Rasulullah saw, karena kelak Rasulullah saw nantinya yang akan menjadi seterumu.
b. Janganlah kamu sibukkan dirimu dengan ilmu kalam, sesungguhnya aku telah melakukan kajian dengan ahli ilmu kalam dan mereka telah melakukan ta’thil ( meniadakan sifat Allah swt ).
c. Dan jangan menyibukkan dirimu dalam nujum ( ramalan dengan bintang ).

Kenyang itu akan membuat badan jadi berat, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mengajak tidur dan melemahkan ibadah.

Engkau harus berlaku Zuhud, sesungguhnya zuhudnya orang yang zuhud itu lebih baik dari perhiasan yang ada pada tubuh wanita yang menawan.

Dasar ilmu adalah kemantapan dan buahnya adalah keselamatan. Dasar Wara’ ( menjaga diri dari sesuatu yang meragukan ) adalah Qona’ah ( menerima karunia Allah swt dengan dada yang lapang ) dan buahnya adalah ketenangan batin. Dasar Kesabaran adalah keteguhan hati dan buahnya adalah kemenangan. Dasar suatu Aktifitas adalah Taufiq ( pertolongan Allah swt ) dan buahnya adalah kesuksesan. Dasar Tujuan akhir dari segala Perkara adalah Shidiq ( benar ).

Terlalu keras dan menutup diri terhadap orang lain akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik, maka posisikan dirimu di antara keduanya.

Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.

Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.

Jika engkau mendengar sesuatu yang engkau benci tentang sahabatmu, maka jangan tergesa-gesa untuk memusuhinya, memutus tali persahabatan, dan kamu menjadi orang yang telah menghilangkan suatu keyakinan dengan keraguan. Tetapi temuilah dia! Dan katakan kepadanya, “Aku mendengar kamu melakukan ini dan itu….?” Tentunya dengan tanpa memberitahukan kepadanya siapa yang memberi informasi kepadamu. Jika ia mengingkarinya, maka katakana kepadanya, “Kamu lebih jujur dan lebih baik”, cukup kalimat itu saja dan jangan menambahi kalimat apapun. Namun jika ia mengakui hal itu, dan ia mengemukakan argumentasinya akan hal itu, maka terimalah.

Sesungguhnya Hasad itu terlahir dari suatu kehinaan, lekatnya tabiat, perubahan struktur tubuhnya, runtuhnya temperatur tubuh dan lemahnya daya nalarnya.

Orang yang paling Zhalim adalah mereka yang melakukan kezhaliman itu pada dirinya sendiri. Bentuk kezhaliman itu adalah :

  • orang yang bersikap tawadhu’ ( rendah hati ) di depan orang yang tidak menghargainya.
  • menumpahkan kasih sayangnya kepada orang yang tidak ada nilai manfaat.
  • mendapat pujian dari orang yang tidak dikenalnya.

Siapa yang menginginkan khusnul khotimah dipenghujung umurnya, hendaknya ia berprasangka baik kepada manusia.

Bersihkan pendengaran kalian dari hal-hal yang tidak baik, sebagaimana kalian membersihkan mulut kalian dari kata-kata kotor, sesungguhnya orang yang mendengar itu tidak jauh berbeda dengan yang berucap. Sesungguhnya orang bodoh itu melihat sesuatu yang paling jelek dalam dirinya, kemudian ia berkeinginan untuk menumpahkannya dalam diri kalian, andaikan kalimat yang terlontarkan dari orang bodoh itu dikembalikan kepadanya, niscaya orang yang mengembalikan itu akan merasa bahagia, begitu juga dengan kehinaan bagi orang yang melontarkannya.

Orang yang mengkaji ilmu faraid, dan sampai pada puncaknya, maka akan tampil sebagai sosok orang yang ahli berhitung. Adapun ilmu hadits, itu akan tampak nilai keberkahan dan kebaikannya pada saat tutup usia. Adapun ilmu fiqih merupakan ilmu yang berlaku bagi semua kalangan baik muda maupun yang tua, karena fiqih merupakan pondasi dasar dari segala ilmu.

Di antara orang yang tidak mempunyai harga diri adalah mereka yang dengan mudahnya memberitahukan usianya kepada orang lain, karena kalau usianya lebih muda, tentu mereka akan menganggapnya rendah dan jika usianya lebih tua, tentu mereka akan beranggapan bahwa ia sudah pikun.

Peranti terbentuknya harga diri itu ada empat : kemuliaan akhlak, kedermawanan, sikap santun dan ibadah ( yang istiqamah ).

Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.
“Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya , cinta dunia sekaligus cinta Allah , maka dia telah berdusta ”

“Jika Ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepada ku dengan nilai harga sekeping roti , nescaya aku tidak akan membelinya .”

“Perbanyaklah menyebut Allah daripada menyebut makhluk . Perbanyaklah menyebut akhirat daripada menyebut dunia.”

“Jadikan akhirat di hatimu , dunia di tanganmu , dan kematian di pelupuk matamu .”

“Bumi Allah sangatlah luas namun apabila suatu saat takdir sudah datang angkasapun menjadi sempit ”

“Biarkan saja dunia berbuat sesukanya, dan lapangkanlah jiwamu jika qodlo’ telah ditetapkan.”

“Tidak akan berkurang rizkimu (di dunia) sebab santai dalam bekerja, dan tidak akan bertambah pula dengan semangat usaha”

“Tidak ada kesusahan yang abadi (di dunia) tidak pula kesenangan, tidak pula kesengsaraan yang saat ini sedang menimpamu, tidak pula kelapangan hidup”

“Jika engkau memiliki hati yang menerima (qona’ah), maka engkau dan raja-raja dunia adalah sama

“Janganlah engkau berduka atas apa yang terjadi, ingatlah tidak ada apa pun di dunia ini yang abadi”

“Barang siapa yang menginginkan Husnul Khotimah , hendaklah ia selalu bersangka baik dengan Manusia “

“Siapa yang menasihatimu dengan sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Sesiapa yang menasihatimu dikhalayak ramai, maka sebenarnya ia menghinamu.”

“Sebesar-besar keburukan (aib) adalah kamu mengira keburukan ada pada org lain sedangkan keburukan itu sebenarnya terdapat dalam diri kamu sendiri.”

“Janganlah engkau mengharapkan kemurahan dari orang bakhil, karena dalam sebuah api tidak ada air yang bisa menghilangkan dahaga”

“Jangan sekali-kali engkau perlihatkan kehinaanmu kepada musuh-musuhmu,karena caci-maki dari musuh adalah sebuah balak”

“Jika engkau tau bahwa engkau banyak memiliki aib di mata manusia, dan engkau menginginkan tutup atas aib-aibmu tersebut Tutuplah aib-aibmu tersebut dengan kedermawanan, sebagaimana telah dikabarkan, bahwasanya setiap aib bisa ditutup dengan kedermawanan”

“Siasat manusia jauh lebih dahsyat dari siasat binatang.”

“Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan.

Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan.

Melihat dan berpikir, keduanya akan menyingkap keteguhan hati dan kecerdasan.

Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati.

Maka, berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju ke depan.”

“Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.”

“Terlalu keras dan menutup diri terhadap orang lain akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik, maka posisikan dirimu di antara keduanya.”

“Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.”

“Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah swt.”

“Barangsiapa yang dipancing untuk marah, namun ia tidak marah, maka dia tak ubahnya keledai, dan barangsiapa yang diminta keridhaannya namun tidak ridha, maka dia adalah syetan.”

“Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.”

“Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.”

“Karakter umum manusia adalah pelit, termasuk hal yang menjadi kebiasaannya adalah apabila ada orang yang mendekatinya, maka ia akan menjauhinya, dan apabila ada orang yang menjauh darinya, iapun akan mendekati orang itu.”

“Perdebatan dalam agama akan mengeraskan hati dan menimbulkan rasa dendam. “

“Jika engkau mendengar sesuatu yang engkau benci tentang sahabatmu, maka jangan tergesa-gesa untuk memusuhinya, memutus tali persahabatan, dan kamu menjadi orang yang telah menghilangkan suatu keyakinan dengan keraguan.

Tetapi temuilah dia! Dan katakan kepadanya, “Aku mendengar kamu melakukan ini dan itu….?” (Tentunya dengan tanpa memberitahukan kepadanya siapa yang memberi informasi kepadamu)

Jika ia mengingkarinya, maka kataka kepadanya, “Kamu lebih jujur dan lebih baik”, cukup kalimat itu saja dan jangan menambahi kalimat apapun.

Namun jika ia mengakui hal itu, dan ia mengemukakan argumentasinya akan hal itu, maka terimalah.”

“Orang yang paling zhalim adalah mereka yang melakukan kezhaliman itu pada dirinya sendiri. Bentuk kezhaliman itu adalah :

  • orang yang bersikap tawadhu’ ( rendah hati) di depan orang yang tidak menghargainya.
  • Menumpahkan kasih sayangnya kepada orang yang tidak ada nilai manfaat.
  • Mendapat pujian dari orang yang tidak dikenalnya.”

“Sesungguhnya orang bodoh itu melihat sesuatu yang paling jelek dalam dirinya, kemudian ia berkeinginan untuk menumpahkannya dalam diri kalian.

Andaikan kalimat yang terlontarkan dari orang bodoh itu dikembalikan kepadanya, niscaya orang yang mengembalikan itu akan merasa bahagia, begitu juga dengan kehinaan bagi orang yang melontarkannya.”

“Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.”

“Barangsiapa benar dalam berukhuwah dengan saudaranya, maka kekurangannya akan diterima, kelemahannya akan ditutup dan kesalahan-kesalahannya dimaafkan.”

“Tak akan sempurna ( akal ) seorang laki-laki, kecuali dengan enam hal; beragama, amanah, pemeliharaan, penjagaan diri, ketenangan dan ketabahan.”

“Tiada kebahagiaan yang menyamai persahabatan dengan saudara yang satu keyakinan, dan tiada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.”
Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah swt.

Jika telah ada akar yang tertanam dalam kalbu, maka lidah akan berperan sebagai pemberi kabar cabangnya.

Karakter umum manusia adalah pelit, termasuk hal yang menjadi kebiasaannya adalah apabila ada orang yang mendekatinya, maka ia akan menjauhinya, dan apabila ada orang yang menjauh darinya, iapun akan mendekati orang itu.

Siapa yang memberi nasehat saudaranya di tempat yang sunyi, maka ia telah melakukan perbaikan pada dirinya, dan siapa yang memberi nasehat saudaranya di tempat keramaian, sesungguhnya ia membuka aib dan menghianatinya.

Seorang bijak menulis kepada seorang bijak lainnya : “wahai saudaraku, engkau telah dianugerahi ilmu, maka janganlah kamu kotori ilmumu dengan gelapnya dosa, sehingga kamu berada dalam kegelapan di saat para ahli ilmu berjalan dengan suluh ilmunya.

Barangsiapa menghendaki akhirat, maka hendaknya ia ikhlas dalam mencari ilmu.

Kepandaian itu ada dalam masalah agama, bukan dalam masalah keturunan, kalau saja kepandaian diukur dalam masalah keturunan, maka tak ada satu orang pun yang cakap seperti Fatimah putri Rasulullah saw dan putri-putri beliau yang lain.

Tidak ada orang yang mencari ilmu yang disertai dengan kemalasan; dan kekayaan menjadikan seseorang beruntung, namun keberuntungan itu akan melekat dalam diri orang yang senantiasa mencari ilmu dengan disertai semangat yang tinggi dan prihatin sreta bersanding selalu dengan Ulama.

Ilmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan ketabahan.

Janganlah kamu berkonsultasi kepada orang yang di rumahnya tidak terdapat makanan, karena hal tersebut menandakan tidak berfungsinya akal mereka.

Bukanlah orang yang berakal itu manakala dihadapkan kepadanya perkara yang baik dan perkara yang buruk, lantas ia memilih yang baik, akan tetapi dikatakan orang berakal apabila dihadapkan kepadanya dua hal yang buruk lantas ia memilih yang paling ringan keburukannya di antara keduanya.

Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya. Tiada seorang alim pun yang ia takuti kecuali kepada Allah swt. Yang merasa aman akan marah Allah swt, dialah si-jahil. Yang merasa takut akan marah Allah swt, dialah si-arif.

Andaikan semua manusia memikirkan kandungan isi surah al-Ashr, tentu mereka akan merasa cukup dengannnya.

Kalau aku melihat orang yang suka mengikuti hawa nafsunya, walaupun ia berjalan di atas air, aku tidak akan menemuinya.

Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an, maka mulia nilainya. Barangsiapa berbicara tentang fiqih, maka akan berkembang kemampuannya. Barangsiapa menulis hadits, maka akan kuat hujjahnya. Barangsiapa mengkaji bahasa, maka akan lembut tabiatnya. Barangsiapa mengkaji ilmu hitung, maka akan sehat pikirannya. Barangsiapa tidak menjaga jiwanya, maka ilmunya tidak akan berguna baginya.

Perdebatan dalam agama akan mengeraskan hati dan menimbulkan rasa dendam.

Tiada aib dalam diri Para Ulama yang lebih buruk dari kesenangan mereka terhadap apa yang Allah swt perintahkan kepada mereka untuk berlaku zuhud terhadapnya.

Setiap orang yang berbicara dengan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Al-Hadits itulah orang orang yang bersungguh-sungguh, sementara orang yang berbicara dengan tanpa landasan dari keduanya itu merupakan bualan saja.

Pondasi dasar adalah Al-Qur’an dan as-Sunnah. Jika tidak didapati dari keduanya, maka Qiyaslah berlaku. Jika hadits itu shahih, itulah yang disebut sunnah. Ijma’ itu lebih bisa dipertanggung jawabkan daripada hadits ahad. Yang diambil dari hadits itu adalah teksnya, namun jika hadits tersebut mengandung banyak penafsiran, maka carilah yang mendekati makna teksnya.

Mencari ilmu lebih utama daripada shalat sunnah. Mempelajari hadits itu lebih baik daripada shalat tathawwu.

Ilmu terbagi dua ; ilmu kesehatan dan ilmu agama. Yang dimaksud dengan ilmu agama disini adalah ilmu fiqih, sementara ilmu kesehatan adalah ilmu kedokteran.

Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena ( sulitnya ) ia belajar, dan tidak menyukai pelajaran.

Sejelek-jelek bekal menuju ke alam akhirat adalah permusuhan dengan sesamanya.

Kaji dan dalamilah sebelum engkau menduduki jabatan, karena kalau engkau telah mendudukinya, maka tidak ada kesempatan bagimu untuk mengkaji dan mendalaminya.

Pelajarilah dengan teliti suatu pengetahuan, agar engkau tidak kehilangan kedalaman arti kandungannya.

Pesona para ulama adalah jiwa yang mulia dan sebagai penghias pengetahuan yang dimilikinya adalah wara’ ( menjauhkan diri dari sesuatu yang belum jelas ) dan berlaku bijak.

Siapa yang merasa bahwa dalam dirinya terkumpul dua cinta, cinta dunia dan cinta kepada penciptanya, maka ia telah berdusta.

Ketahuilah bahwa orang yang jujur kepada Allah swt, ia akan selamat. Barangsiapa yang bersemangat dengan agamanya, ia pun akan selamat dari kerusakan, dan barangsiapa yang berlaku zuhud dengan urusan dunianya, niscaya kelak pahala Allah swt, akan nampak indah di matanya.

Barangsiapa terkumpul dalam dirinya tiga sifat, maka imannya telah sempurna : orang yang menyeru kepada kebaikan dan dia juga melaksanakannya, melarang pada perbuatan buruk dan dia tidak melakukannya serta menjaga aturan-aturan yang telah Allah swt tetapkan.

Berlakulah zuhud dalam menjalani hidup di dunia, dan cintailah kehidupan akhirat dan barangsiapa harum bau ( badan )nya, maka kecerdasannya akan semakin bertambah.

Suatu keharusan bagi orang yang ‘alim adalah zikir dari setiap aktifitasnya yang dengannya akan terjalin komunikasi antara dirinya dengan Allah swt.

Jikalau seseorang dari kalian berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai keridhaan setiap orang, niscaya ia tidak akan menemukan jalannya; maka hendaklah seorang hamba mengikhlaskan amalannya ke haribaan Allah swt.

Tidak ada yang tahu tentang riya, kecuali orang yang ikhlas.

Tak pantas, siapapun mengatakan halal dan haram kecuali berlandaskan pada pengetahuan. Dan ilmu itu adalah apa yang yang tertulis dalam Al-Qur’an, hadits, ijma’ ataupun qiyas. Dari dasar inilah kesemuanya akan terungkap maknanya.

Keutamaan itu ada empat :

  • Pertama : hikmah, dan penopangnya adalah pemikiran.
  • Kedua : iffah ( menjaga harga diri ), dan penopangnya adalah syahwat.
  • Ketiga : kekuatan, penopangnya adalah kemarahan.
  • Keempat : adil, penopangnya adalah kekuatan jiwa.

Kefaqiran Ulama adalah ikhtiar ( usaha ) dan kefaqiran orang-orang bodoh adalah goncangan jiwanya.

Barangsiapa yang tidak dimuliakan karena ketaqwaannya, maka dia tidak memiliki harga diri.

Mencari-cari kelebihan materi di dunia adalah hukuman yang Allah swt timpakan kepada ahli Tauhid.

Barangsiapa benar dalam berukhuwah dengan saudaranya, maka kekurangannya akan diterima, kelemahannya akan ditutup dan kesalahan-kesalahannya dimaafkan.

Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu; dan barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu.

Barangsiapa jika engkau menyenangkannya, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu. Begitu juga ketika kau membuatnya marah, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu.

Tak akan sempurna ( akal ) seorang laki-laki, kecuali dengan empat hal; beragama, amanah, pemeliharaan dan penjagaan diri, serta ketenangan dan ketabahan.

Rendah hati adalah akhlaqnya mulia, sedang kesombongan adalah kebiasaan orang tercela. Rendah hati akan menumbuhkan kecintaan dan lapang dada menerima pemberian Allah swt akan melahirkan ketenangan jiwa.

Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu.

Aku akan merasa bahagia, jika semua orang mempelajari ilmu ini, dan sama sekali tidak menyandarkannya padaku.

Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang, maka dengannya aku mendapat pahala, meskipun mereka tidak memujiku.
“Berapa banyak orang yang telah berbuat kebajikan kepadamu yang membuatmu terbelenggu dengannya, dan berapa banyak orang yang memperlakukanmu dengan kasar dan ia memberi kebebasan kepadamu.”

“Keluarga manapun yang wanita-wanitanya tidak pernah bertemu dengan laki-laki yang bukan anggota keluarga, dan laki-lakinya tidak pernah bertemu dengan wanita-wanita yang bukan dari keluarganya, niscaya akan ada dari anak-anak mereka yang bodoh.”

“Barangsiapa yang ditertawakan karena suatu masalah, maka ia tidak akan pernah melupakan masalah tersebut.”

“Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, maka mulailah dari yang terpenting dan mendesak.”

“Barangsiapa menyimpan rahasianya, maka kebaikan ada di tangannya.”

“Di antara tanda teman yang baik adalah teman yang menganggap teman kita yang lain sebagai temannya.”

“Siapa pun yang berbuat baik kepadamu, maka sungguh ia telah mengikatmu. Sebaliknya, siapa saja yang berbuat tidak baik padamu, maka sungguh ia telah melepasnya.”

“Orang yang memberi nasihat pada temannya dengan sembunyi-sembunyi, maka ia memang benar-benar menasehatinya dan ingin temannya itu menjadi baik. Sebaliknya, orang yang memberi nasihat kawannya di depan umum, maka sungguh ia telah mencela dan menggores noda di muka temannya itu.”

“Orang yang mengangkat dirinya melebihi kadaranya, maka Allah akan mengembalikan di ke posisinya yang sebenarnya.”

Itulah Kumpulan Nasehat Imam Syafi’i yang Bijak dan Penuh Mutiara Hikmah. Semoga bermanfaat dan bisa sebagai petunjuk serta memotivasi kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bertakwa kepada ALLAH SWT. Wallahu a’lam.

Tinggalkan komentar