Bacaan Doa Orang Teraniaya, Terzalimi dan Tersakiti Dalam Al-Quran

Bacaan Doa Orang Teraniaya, Terzalimi dan Tersakiti Dalam Al-Quran

Pembahasan kali ini adalah mengenai dasyatnya bacaan doa orang teraniaya, terzalimi dan tersakiti daam Al-Quran yang sangat mustajab. Siapapun yang teraniaya, maka doanya maqbul/dikabulkan oleh ALLAH SWT dengan cepat dan tanpa halangan. Jadi berhati hatilah terhadap mereka yang terzalimi. Janganlah sekali kali kita menzalimi dan menganiaya seseorang apapun alasannya karena sekali mereka berdoa, maka doa orang teraniaya tersebut sangatlah ampuh dan ALLAH SWT pun langsung mengabulkannya.

Bacaan Doa Orang Teraniaya, Terzalimi dan Tersakiti Dalam Al-Quran

Banyak sekali dalil hadits dan Al Quran yang menjelaskan perihal doa orang terzalimi dan teraniaya ini. Dalam sebuah hadits dikatakan sebagai berikut :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ، وَيَقُوْلُ لَهَا الرَّبُّ : وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ َلأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ”.

Artinya:“Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak : “Orang yang berpuasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang terzalimi, Allah akan angkat doa-doa tersebut di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, kemudian Allah berfirman : “Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku pasti akan tolong kamu walau pun setelah melalui suatu masa“. (H.R. Ahmad).

اتق دعوة المظلوم فإنها تصعد إلى السماء كأنها شرارة

Artinya:“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.” (Hadis riwayat Hakim – sanad sahih)

Bahkan orang jahat pun jika dia dianiaya dan dizalimi , lalu kemudian mengangkat tangannya dan berdoa kepada ALLAH SWT, maka ALLAH SWT akan kabulkan hajat, keinginan dan doanya. Dalam hadist dijelaskan sebagai berikut :

دعوة المظلوم مستجابة وإن كان فاجرا ففجوره على نفسه

Artinya:“Doa orang yang dizalimi adalah diterima sekalipun doa dari orang yang jahat. Kejahatannya itu memudaratkan dirinya dan tidak memberi kesan pada doa tadi.”

Dengan begitu maka jelaslah bahwa kita dilarang utnuk berbuat dzalim kepada siapapun orang dan manusianya. Sekalipun terhadap orang jahat, inilah indahnya islam. Dzalim sendiri adalah perbuatan jelek yang jelas jelas dilarang oleh ALLAH SWT. Mereka yang berbuat dzalim dan aniaya akan dibalas kelak di akhirat. Maka dari itu hindari segala macam perbuatan keji dan jahat yang justru akan merugikan diri kita sendiri.

Dalam kitab suci Al Quran, ALLAH SWT berfirman sebagai berikut :

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya:“Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang telah berbuat zalim kepada manusia dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan mendapat azab yang pedih”. (QS. Asy-Syura :42).

Bentuk bentuk penganiayaan dan kezaliman sendiri beracam macam. memfitnah, memaki, menjelekkan, mencuri dan berbagai sifat tercela lainnya adalah bentuk kezaliman. Siapa yang menerima perlakuan ini, maka doa orang teraniaya tersebut diijabah oleh ALLAH SWT. Doanya sangat mustajab dan tiada hijab untuk dikabulkan. Mengenai perbuatan dzalim ini ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang isinya sebagai berikut :

Dari Abi Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda: “Tahukah kamu siapa yang pelit itu?”, mereka (sahabat) berkata: “Ya Rasulullah, orang yang pelit menurut kami ialah orang yang tidak punya kesenangan dan uang”, (kemudian) Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya orang yang pelit dari umatku ialah orang yang datang (pada hari kiamat) membawa pahala solat, zakat, puasa dan haji. Sedang (ia) pun datang (dengan membawa dosa) karena memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta benda orang (hakhak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang terzalimi. Maka tatkala kebaikan orang (yang menzalimi) itu habis, sedang hutang (kezalimannya) belum terbayarkan, maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkan kedalam neraka.”

Hadis ini menjelaskan akan kerugian orang yang berbuat aniaya dan zalim kepada orang lain, yaitu :

  • Orang zalim dikatakan sebagai orang yang “pelit”.
  • Di hari kiamat nanti (hari di hitungnya segala amal perbuatan), seluruh amal kebaikan orang yang menzalimi akan di berikan kepada orang-orang yang telah terzalimi.
  • Dan segala dosa-dosa orang yang terzalimi akan diberikan kepada orang yang menzalimi.
  • Orang-orang yang zalim akan dilemparkan ke dalam neraka.

Mengenai penjelasan doa orang tersakiti, teraniaya dan terzalimi dalam Al Quran terdapat di beberapa surat. Berikut dibawah ini beberapa diantara dalil Al-Quran yang menjelaskan menngenai hebat dan dahsyatnya doa orang yang teraniaya :

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Artinya:Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surat An Nisa ayat 148).

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Artinya: Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).(Surat An-Naml Ayat 62).

Itulah sedikit ulasan mengenai bacaan doa orang teraniaya, terzalimi dan tersakiti dalam Al-Quran. Dimana dalam berbagai hadits dan ayat ayat Al Qur’an diterangkan bahwa berhati hatilah dengan doa orang yang dizalimi karena sangat manjur sekalipun dia orang jahat. Semoga kedepan kita dijadikan orang yang baik akhlak dan budi pekertinya sehingga tidak pernah menyakiti dan menganiaya orang lain. Wallahu a’lam.

Tinggalkan komentar