5 Wasiat Rasulullah SAW Kepada Sahabat Ibnu Mas’ud

Al-Qur’an adalah samudera yang tak berujung. Mempelajarinya tak memilik batas waktu dan tak mengenal kata selesai. Dan yang paling mengerti kandungannya adalah Nabi Muhammad SAW.

Kali ini kita akan mendengar wasiat-wasiat Rasulullah SAW kepada sahabat yang cukup terkenal yaitu Ibnu Mas’ud. pesan yang datang dari Rasul SAW adalah pesan mulia yang terjamin kebenarannya serta haruslah kita ikuti.

Wasiat-wasiat yang disampaikan kepada sahabat Ibnu Mas’ud ini tak pernah lepas dari ayat-ayat suci Al-Qur’an. Setiap satu wasiat pasti disertai dengan ayat. so, berikut ini 5 wasiat dan nasehat mutiara Rasulullah SAW pada Ibnu Masud.

5 wasiat Nabi kepada Ibnu Mas’ud

1. Wahai Ibnu Mas’ud, jangan sampai engkau dipermainkan dunia serta syahwat dan keinginannya karena Allah swt Berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira bahwa Kami Menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS.al-Mukminun:115)

2. Wahai Ibnu Mas’ud, jika engkau melakukan suatu perbuatan baik dan kau niatkan (perbuatan itu) untuk selain Allah maka janganlah mengharap pahala dari-Nya. Karena Allah swt Berfirman,

فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْناً

“Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.” (QS.al-Kahf:105)

3. Wahai Ibnu Mas’ud, jika manusia memujimu dengan perkataan, “Sungguh engkau telah terbiasa berpuasa disiang hari dan bangun ditengah malam.” sementara engkau tidak seperti pujian mereka maka janganlah berbangga diri karena Allah swt Berfirman,

لاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَواْ وَّيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُواْ بِمَا لَمْ يَفْعَلُواْ فَلاَ تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.” (QS.Ali Imran:188)

4. Wahai Ibnu Mas’ud, janganlah engkau meremehkan dan menganggap kecil sebuah dosa. Dan jauhilah dosa-dosa besar. Karena seorang hamba ketika melihat dosa-dosanya di Hati Kiamat, ia akan meneteskan air mata nanah dan darah. Allah swt Berfirman,

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَراً وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوَءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَداً بَعِيداً

“(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu.” (QS.Ali Imran:30)

5. Wahai Ibnu Mas’ud, jika dikatakan kepadamu “takutlah kepada Allah” maka janganlah engkau marah. Karena Allah swt Berfirman,

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahannam, dan sungguh (Jahannam itu) tempat tinggal yang terburuk.” (QS.al-Baqarah:206)

Tinggalkan komentar